Sejarah Festival Kopi Rakyat Taneh Karo

22.53

LATAR BELAKANG


       Setelah pendirian AKTK pada tanggal 16 Juni 2015 di Kabanjahe yang dihadiri oleh Kelompok Tani dan Gabungan kelompok Tani di 17 Kecamatan di Kabupaten Karo maka terbentuklah kepengurusan AKTK dan resolusi untuk membentuk musyawarah besar "Mubes" AKTK, Mubes Terlaksana pada tanggal 16 Juli 2015 yang melahirkan AD/ ART dan Program AKTK 5 Tahun kedepan. Resolusi dari Mubes Tersebut adalah meminta legalitas dari pihak Pemkab Karo; yakni Bupati dan Dinas Pertanian serta Badan penyuluhan Pertanian dalam Moment Pelantikan Pengurus AKTK, hal tersebut telah terselenggara di Tanggal 17 Agustus 2015 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karo. 
Dari rangkaian kegitan tersebut tersimpulkan bahwa tugas mendesak dari AKTK adalah meluncurkan Program kepada Petani Kopi di Kabupaten Karo dan sebelumnya menjelaskan apa manfaat Asosiasi kepada Petani dan Mengapa Petani Kopi Harus bergabung dengan Asosiasi. 
 
    Selanjutnya dalam rangka untuk membangkitkan Kopi Karo sebagai satu brand yang sejajar dengan kopi lainnya di Nasional, selanjutnya Kopi Karo sebagai bagian andalan kopi Nusantara di Kancah Kopi Internasional maka perlu kiranya membangkitkan Semangat Petani Kopi dalam membudidayakan Tanaman Kopi-nya dan membuka pemikiran Petani Bahawa Kopi Yang ditanamnya adalah untuk dinikmati dengan Meminum-nya langsung. 
 
       Dari saling hubungan diatas maka perlu kiranya menyelenggakan sebuah Event "Deklarasi AKTK" dalam bentuk Festival Kopi Rakyat sekaligus Memperingati Hari Kopi Internasional. 
Di event Festival Kopi Rakyat akandikemas acara semenarik mungkin, yang di padukan dengan acara kebudayaan massa, yakni kebudayaan tradisional di dataran tinggi Karo. Semua materi akan diarahkan untuk semata masyarakat semangkin cinta dengan kopi.


TUJUAN

1.Deklarasi dalam bentuk menjelaskan Apa Manfaat Asosiasi Kopi bagi Petani Kopi
2.Membangkitkan Semangat Petani dalam budidaya tanaman Kopi.
3.Mensosialisasikan Program AKTK kepada Petani Kopi
4.Membuka Perspektif Petani Kopi, Mulai dari Pembibitan, budidaya dan paska Panen.
5.Meluncurkan Kartu Tanda Anggota (KTA) dan berfungsi ganda sebagai ATM, serta Petani  Mendapat Buku Tabungan (simpan - pinjam) dan mendapatkan Asuransi Jiwa.
6.Meluncurkan Nomor Layanan Sistem Akses Harga Kopi "Up Date" setiap hari dan Melayani Keluhan-keluhan Petani Kopi. 
7.Membuka perspektif pemikiran kepada petani kopi bahwa tanaman mereka adalah kebutuhan pasar dunia dan sebagai produk komunitas primadona dunia
8.Mengenalkan pegiat kopi di di seluruh nusantara dengan langsung berinteraksi dengan petani kopi, termasuk perusahaan yang berhubungan dengan kopi dan petani
9.Paska deklarasi nantinya akan tercipta hubungan yang harmonis dengan segala fihak, antara AKTK dengan Instansi Pemerintahan, Perusahan serta personal dalam Hal Pembibitan, Budidaya dan Pemasaran Kopi. 

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »